Kelaikan Penyelenggaraan Makanan pada Rumah Makan berdasarkan Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium Food Organization of The Dining House based on Physical and Laboratory Test

Main Article Content

Arie Dwi Alristina
Rossa Kurnia Ethasari
Dewinta Hayudanti

Abstract

Various kinds of health problems that commonly occur in restaurants include food poisoning and diarrhea outbreaks caused by negligence in the process of organizing food. Therefore, the fulfillment of food hygiene and sanitation is needed in testing the feasibility of organizing food according to the provisions stipulated based on Permenkes RI No. 1096 / Menkes / PER / VI / 2011 concerning Jasaboga Sanitation Hygiene. This research was conducted to assess the feasibility of serving food in a restaurant. The study was conducted descriptively through an experimental and observational design. The instrument used was a physical test by interview and observation as well as laboratory test of food samples and tableware. Physical test includes requirements for food hygiene and sanitation consisting of building elements, sanitation facilities, personnel / handlers, equipment and food. The results of the feasibility assessment at the Jibsteak Restaurant were 70.08%, where the eligibility standard for the A3 class restaurants was 74%. This means that the restaurant has not met the feasibility of physically organizing food. Likewise, the results of laboratory tests on eating utensils and food were still found to be contaminated with E. coli bacteria. This means that the restaurant also has not met the eligibility standards by laboratory tests which require the E. coli germ count 0 / gr of food samples.


ABSTRAK


Berbagai macam masalah kesehatan yang biasa terjadi di rumah makan diantaranya adalah keracunan makanan dan wabah penyakit diare yang diakibatkan karena kelalaian dalam proses penyelenggaraan makanan. Oleh karena itu terpenuhinya higiene dan sanitasi makanan sangat diperlukan dalam uji kelaikan penyelenggaraan makanan sesuai ketentuan yang diatur dalam Permenkes RI No. 1096/Menkes/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Penelitian ini bertujuan menilai kelaikan penyelenggaraan makanan di rumah makan. Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan analisa kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pemeriksaan fisik dengan wawancara dan observasi serta pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan peralatan makan. Hasil: Pemeriksaan fisik meliputi persyaratan higiene dan sanitasi makanan yang terdiri atas unsur bangunan, fasilitas sanitasi, ketenagaan/penjamah, peralatan dan makanan. Hasil penilaian kelaikan pada Rumah Makan Jibsteak sebesar 70,08% dimana standar kelaikan untuk rumah makan golongan A3 sebesar 74%. Hal ini berarti rumah makan tersebut belum memenuhi kelaikan penyelenggaraan makanan secara fisik. Begitu pula hasil pemeriksaan laboratorium pada peralatan makan dan makanan masih ditemukan kontaminasi bakteri E. coli. Hal ini berarti rumah makan tersebut juga belum memenuhi standar kelaikan secara pemeriksaan laboratorium yang mensyaratkan angka kuman E. coli 0/gr sampel makanan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Dwi Alristina, A., Rossa Kurnia Ethasari and Dewinta Hayudanti (2021) “Kelaikan Penyelenggaraan Makanan pada Rumah Makan berdasarkan Pemeriksaan Fisik dan Laboratorium”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 13(2), pp. 43 - 56. doi: 10.35473/jgk.v13i2.126.
Section
Articles

References

Badan POM RI. 2016. Laporan Tahunan BPOM. Jakarta.
Badan POM RI. 2017. Laporan Tahunan BPOM. Jakarta.
Fadhila, F. 2015. Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Kualitas Bakteriologis Pada Alat Makan Pedagang di Wilayah Sekitar Kampus. UNDIP. Tembalang.
Fathonah, Siti. 2015. Higiene dan Sanitasi Makanan. UNNES Press. Semarang.
Indraswati, Denok. 2016. Kontaminasi Makanan (Food Contamination) oleh Jamur. Penerbit Forum Ilmiah Kesehatan (Forikes). Ponorogo.
Pratama, Rusky Intan., Eddy Afrianto, and Iis Rostini. 2017. Sanitasi Industri Pengolahan Pangan. Yogyakarya: CV Budi Utama
Nurlaila, Lhutfyah. 2011. Sanitasi dan higiene makanan. Surabaya: UNESA university press.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Nomor 1096/Menkes/PER/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga. Departemen Kesehatan. Jakarta.
Pratita, M. Y. E., dan Putra, S. R., 2012, Isolasi dan Identifikasi Bakteri Termofilik dari Sumber Mata Air Panas di Songgoriti setelah Dua Hari Inkubasi, Jurnal Teknik Pomits, 1(1): 1-5
Rahmadhani, Dini dan Sumarmi, Sri. 2017. Gambaran Penerapan Prinsip Higiene Sanitasi Makanan Di PT Aerofood Indonesia, Tangerang, Banten. Amerta Nutrition. Vol. 1. No. 4. hal. 291-299.
Rauf, Rusdin. 2013. Sanitasi Pangan dan HACCP. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Rizqi, Putri. 2015. Hubungan Higiene Dan Sanitasi Makanan Dengan Kontaminasi Bakteri Eschericia Coli Dalam Makanan Di Warung Makan Sekitar Terminal. Magelang : UNDIP Tembalang.
Schmidt, RH. 2012. Basic elements of equipment cleaning and sanitizing in food processing and handling operations. University of florida, IFAS extention.
Takalkar, Kumafat. 2011. Assessment of personal higiene of canteen workers of government medical colege and hospital, Solapur. National journal of community medicine, 2 (issue 3): 448-451.