Pengaruh Pemberian Modisco Iii dengan Penambahan Kedelai terhadap Kadar Albumin pada Tikus Kekurangan Energi Protein The Effect of Modisco III by Adding Soybean to Albumin Levels in Low Protein Energy Rats

Main Article Content

Hasna Nur Afina
Sugeng Maryanto

Abstract

PEM is a condition where a person experiences a lack of long-term energy and protein intake. PEM is characterized by hypoalbuminemia and indigestion. Efforts to treat hypoalbuminemia sufferers by giving PMT in the form of soy formula. Before being given, it is necessary to test PER soybean modisco to see the quality of protein as well as digestibility of soy protein containing 40% vegetable protein and albumin of 2.25%. Some studies explain that soy can increase serum albumin levels in PEM infants with hypoalbuminemia. This research aims  to determine the effect of modisco III supplementation with soybean on albumin content in PEM rats. This study used a randomized pretest posttest control group design. The research sample of 24 male Wistar rats. Data analysis using univariate analysis (description) and paired T-test. The average PER value of the four rations was relatively low PER <2.5. Giving modisco soybeans can increase albumin as much as 2.49 g / dl. The quality of protein from Modisco III with the addition of soybeans is included in the poor category. There was a significant effect of modisco III supplementation with soybean on PEM albumin levels.


Abtrak :


KEP merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan asupan energi dan protein jangka panjang. KEP ditandai dengan kondisi hypoalbuminemia dan gangguan daya cerna. Upaya penanganan penderita hypoalbuminemia dengan pemberian PMT berupa formula kedelai. Sebelum diberikan perlu uji PER modisco kedelai untuk melihat mutu protein sekaligus daya cerna protein Kedelai mengandung protein nabati sebanyak 40% dan albumin sebesar 2,25%. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa kedelai mampu meningkatkan kadar albumin serum pada balita KEP dengan hypoalbuminemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian modisco III dengan penambahan kedelai terhadap kadar albumin pada tikus KEP. Penelitian ini menggunakan rancangan randomized pretest posttest control grup design. Sampel penelitian sebanyak 24 ekor tikus jantan wistar. Analisis data menggunakan Analisa univariat (deskripsi) dan paired T-test.. Rata-rata nilai PER keempat ransum tergolong rendah PER < 2,5.  Pemberian modisco kedelai mampu meningkatkan albumin sebanyak 2,49 g/dl. Mutu protein dari Modisco III dengan penambahan kedelai termasuk dalam kategori kurang baik. Terdapat pengaruh yang bermakna pemberian modisco III dengan penambahan kedelai terhadap kadar albumin tikus KEP.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Hasna Nur Afina and Sugeng Maryanto (2020) “Pengaruh Pemberian Modisco Iii dengan Penambahan Kedelai terhadap Kadar Albumin pada Tikus Kekurangan Energi Protein”, JURNAL GIZI DAN KESEHATAN, 12(1), pp. 11 - 18. doi: 10.35473/jgk.v12i1.76.
Section
Articles

References

Anggraeny O; Chardina D; Ekanti NP; Minarty S; Ratih SD. 2016. Korelasi Pemberian Diet Rendah Protein Terhadap Status Protein, Imunitas, Hemoglobin, Dan Nafsu Makan Tikus Wistar Jantan. Indonesian Journal of Human Nutrition; 3(2) : 105 – 122

Budi P. 2010. Studi Aktiitas Susu Kedelai (Glycine Max) Dalam Meningkatkan Kadar Albumin Pada Tikus Galur Wistar Hypoalbuminemia. [Skripsi] Fakultasi Farmasi Universitas Jember.

Caso G; Scalfi, L; Marra, M; Alessandra C; Murizio M; Margaret A; Mc Nurian; Peter J; Garlick; and Franco, C. (2000). Albumin Synthesis Is Diminished In Men Consuming A Predominantly Vegetarian Diet. Journal Nutrition; 130 (3): 528-533

Departemen Kesehatan RI. 2007. Petunjuk Teknis Tatalaksana Anak Gizi Buruk. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat
Departemen Kesehatan RI. 2013. Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat

DiaSyS. 2019. Albumin in Urine. Diagnostic Systema GmbH Alte Strasse : Germany

Hardinsyah dan Supariasa IDN. 2016. Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi. EGC Kedokteran :Jakarta

Kingore AM ; Tutock JK ; Muiruri HK dan Wachira AM. 2003. Protein requirements of growing indigeneous chickens during the 14 – 21 weeks growing period. South African Journal Of Animal Science 33(2)

Mursyid; Made A; Deddy M; Tutik W; Sri W; Siti HB; dan Maryani S. 2014. Evaluasi Nilai Gizi Protein Tepung Tempe Yang Terbuat Dari Varietas Kedelai Impor Dan Lokal. Jurnal pangan, 23(1): 33 – 42

Nuraeni T. 2009. Kadar Albumin, Hemoglobin (Hb), Dan Zat Besi (Fe) Pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Setelah Pemberian Makanan Enteral Berformulasi Bahan Pangan Lokal. [Skripsi] Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta

Rahmi I; Jumirah dan Albiner S. 2015. Analisis Kualitas Protein Secara Biologi Pada Tepung Campuran Beras-Pisang Awak Masak (Musa Paradisiaca Var. Awak) Yang Divariasikan Dengan Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus) Dan Tepung Kecambah Kedelai (Glycine Max L. Merrill). [Skripsi] Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Riskesdas. 2018. Hasil Utama Riskesdas. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan

Sandi, Faradhiba. 2012. Pembuatan PMT Modisco Untuk Balita Status Gizi Kurang. [Skripsi] Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Varianti NI ; Atmomarsono U dan Mahfudz LD. 2017. Pengaruh pemberian pakan dengan sumber protein berbeda terhadap efisiensi penggunaan protein ayam lokal persilangan. Jurnal Agripet 17(1)
Wykes LJ; Marta F; Douglas G; Burrin MDS; Margaret EF; Wilson GP and Farook. 1996. Chronic Low Protein Intake Reduces Tissue Protein Synthesis In A Pig Model Of Protein Malnutrition. Journal Nutri 126 (5): 1481–8.

Yuningsih N N. 2013. Pengaruh Formulasi Sukrosa Dan Sirup Glukosa Terhadap Sifat Kimia Dan Sensori Permen Susu Kedelai. [Skripsi] Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung